Pentingnya Penerapan Manajemen Layanan Sistem Informasi Dapat Diterapkan di Perusahaan atau Organisasi
![]() |
Mengadopsi sistem teknologi yang dipahami akan mampu mempermudah pekerjaan dan pengambilan keputusan secara lebih efektif dan efisien penting bagi sebuah perusahaan. Ketika seluruh sistem yang mengelola informasi telah berjalan dengan baik, maka perencanaan dan pengembangan bisnis menjadi lebih terukur. Selain menjadi minim kesalahan, seluruh divisi manajemen akan saling terhubung satu sama lain dan informasi yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik.
Agar semua bagian di perusahaan itu
saling terhubung, maka perusahaan harus menerapkan Sistem Informasi Manajemen
(SIM) atau Management Information System
(MIS). Apa itu SIM? Secara sederhana, SIM merupakan sistem yang direncanakan
untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan data berupa informasi yang
dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai fungsi manajemen. SIM biasanya berbasis
komputer, termasuk lembar excel sederhana atau platform yang lebih kompleks.
Informasi yang dikumpulkan dan dianaliasa dalam sistem biasanya berasal dari
sumber internal dan eksternal.
Dalam SIM ini terdapat lima
komponen, yaitu :
1.
Pertama, Sistem Administrasi dan Operasional.
Sistem ini meliputi beberapa bagian dari manajemen yang melakukan kegiatan
rutin dengan prosedur yang telah ditentukan. Prosedur ini ada pada bagian
personalia, administrasi, dan lain sebagainya. Komponen ini perlu diawasi
secara teliti sebab apabila ada perubahan maka dapat segera diantisipasi.
2.
Kedua, Sistem Pelaporan Manajemen, yang
merupakan komponen informasi manajemen yang mencakup bagian yang mana memiliki
tugas utama untuk menyusun laporan kinerja baik secara periodik maupun secara
rutin.
3.
Ketiga, Sistem Pencarian, yaitu komponen yang
memberikan ragam informasi yang dibutuhkan perusahaan. Bentuk sistem pencarian
tidak terstruktur tetapi penting untuk mengambil keputusan.
4.
Keempat, Sistem Database. Sistem ini adalah
komponen yang memiliki manfaat untuk menyimpan semua data dan informasi
mengenai kegiatan dari perusahaan.
5.
Kelima, Manajemen Data, yang memberi kepastian
bahwa ragam data yang dimiliki lebih akurat, kekinian, aman, dan juga siap
digunakan. Manajemen data berfungsi sebagai penghubung antara database dengan
ragam komponen sistem informasi yang lain. Sistem ini menggunakan software yang
akan membantu mendapatkan, memelihara, mengontrol, dan mengolah hingga akses
data lebih mudah untuk digunakan.
SIM ini menggabungkan berbagai sistem utama yang ada di
perusahaan. Antara lain:
1.
Executive
Information System (EIS), untuk membuat keputusan yang memengaruhi seluruh
organisasi; Marketing Information System (MkIS), untuk melaporkan efektivitas
histori proses pemasaran dan saat ini. Juga menggunakannya sebagai data yang
dianalisa untuk merencanakan proses pemasaran di masa depan;
2.
Business
Intelligence System (BIS), untuk membuat keputusan bisnis berdasarkan
pengumpulan, integrasi, dan analisis data dan informasi yang dikumpulkan.
Sistem ini mirip dengan EIS, tetapi manajer dan eksekutif tingkat bawah
menggunakannya.
3.
Customer
Relationship Management System (CRM). Sistem ini menyimpan informasi
penting tentang pelanggan, termasuk penjualan sebelumnya, informasi kontak, dan
peluang penjualan. Tim pemasaran, layanan pelanggan, penjualan, dan
pengembangan bisnis sering menggunakan CRM;
4.
Sales
Force Automation System (SFA), yang mengotomatiskan banyak tugas yang
dilakukan oleh tim penjualan. Ini dapat mencakup manajemen kontak, pelacakan
dan pembuatan kontak, dan manajemen pesanan;
5.
Transaction
Processing System (TPS). Pada tingkat dasar, TPS dapat berupa sistem point
of sale (POS). Karyawan dapat menggunakan data yang dibuat untuk melaporkan
tren penggunaan dan melacak penjualan dari waktu ke waktu.
6.
Knowledge
Management System (KMS). Layanan pelanggan dapat menggunakan sistem KMS
untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah;
7.
Financial
Accounting System (FAS): Sistem ini khusus untuk departemen yang
berhubungan dengan keuangan dan akuntansi, seperti untuk menghitung hutang dagang (AP) dan
piutang dagang (AR);
8.
Human
Resource Management System (HRMS): Sistem ini melacak catatan kinerja
karyawan dan data penggajian;
9.
Supply
Chain Management System (SCM): Perusahaan manufaktur menggunakan SCM untuk
melacak aliran sumber daya, bahan, dan layanan dari pembelian hingga produk
akhir dikirim.
Cara kerja SIM ini dimulai dari
pemrosesan data, kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi
dapat diakses dan di-update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai
dengan tujuan mereka.
Pada intinya, SIM adalah untuk
menyimpan data dan membuat laporan yang dapat digunakan para profesional bisnis
untuk menganalisis dan membuat keputusan. Ada tiga jenis laporan dasar pada
sistem ini, yaitu :
1.
Pertama, Dijadwalkan. Dibuat secara berkala,
laporan ini menggunakan aturan yang disediakan pemohon untuk menarik dan
mengatur data. Laporan terjadwal memungkinkan perusahaan untuk menganalisis
data dari waktu ke waktu (contoh: Sebuah maskapai penerbangan dapat melihat
persentase bagasi yang hilang berdasarkan bulan), lokasi (contoh: Distributor
dapat membandingkan angka penjualan dari toko yang berbeda), atau parameter
lainnya.
2.
Kedua, Ad-hoc. Ini adalah laporan satu kali yang
dibuat pengguna untuk menjawab pertanyaan. Jika laporan berguna, Anda dapat
mengubah laporan ad-hoc menjadi laporan terjadwal.
3.
Ketiga, Real-time. Jenis laporan ini
memungkinkan seseorang untuk memonitor perubahan saat terjadi. Misalnya, kepala
costumer service dapat melihat lonjakan volume panggilan yang tidak terduga dan
menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas atau mengecek beberapa
panggilan di tempat lain.
SIM ini penting bagi perusahaan
untuk mempelajari kebutuhan informasi manajemen organisasi di setiap tingkat
guna pengambilan keputusan operasional, taktis dan strategis. Dan, tentunya
banyak manfaat bagi perusahaan dari penerapan SIM ini, antara lain:
a.
Memudahkan pihak manajemen untuk melakukan
perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua
departemen yang memiliki hubungan atau koordinasi;
b.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena
unit sistem kerja yang terkoordinasi dan sistematis; Meningkatkan produktivitas
dan penghematan biaya dalam perusahaan;
c.
Menyediakan informasi yang digunakan dalam
penghitungan harga pokok produk, jasa, serta tujuan lain yang diinginkan oleh
manajemen;
d.
Menyediakan informasi yang digunakan untuk merencanakan,
mengendalikan, mengevaluasi, serta melakukan perbaikan yang berkelanjutan;
e.
Perusahaan dapat mendorong peningkatan alur
kerja yang menghasilkan penyelarasan proses bisnis yang lebih baik dengan
kebutuhan pelanggan; Dapat memudahkan akses data yang telah disediakan secara
akurat dan real time (tepat waktu) bagi para user tanpa perlu melalui perantara
sistem informasi secara langsung. (*dari berbagai sumber)
Sumber :
https://nagitec.com/pentingnya-sistem-informasi-manajemen-bagi-perusahaan/

Comments
Post a Comment