KONVERGENSI MEDIA KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Konvergensi Media Komunikasi dan Informasi
Konvergensi media berarti penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan. Konvergensi ini tidak hanya didorong oleh kepentingan bisnis untuk memperlebar pasar, namun juga akibat dari hasrat konsumen untuk lebih mudah mendapatkan konten dengan media di manapun, kapanpun, dan dalam format apapun yang mereka inginkan. Konvergensi mengubah hubungan antara teknologi, industri, pasar, dan gaya hidup. Pola-pola produksi dan pola konsumsi berubah, dan penggunaannya berdampak pada level ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
Menurut Jenkins,
konvergensi dalam kasus ini bisa dimaknai sebagai sebuah pergeseran budaya
ketika konsumen dimungkinkan mengakses informasi dan konten yang sama dalam berbagai platform media. Munculnya fenomena konvergensi media ini menyebabkan
banyak bentuk media tradisional harus memutar otak agar bisa bertahan dalam
perubahan-perubahan yang sangat cepat ini, khususnya bagi penerbit buku,
majalah, dan koran. Kompas misalnya sebagai koran harian terbesar di Indonesia,
mulai menata dengan apik koran digitalnya dengan meluncurkan Kompas.com.
Detik.com melakukan lebih dahulu hal ini dengan mengubah format penerbitannya
menjadi sistem online.
Perkembangan
teknologi dalam konvergensi media ini memungkinkan orang untuk terlibat secara
pribadi, antarpribadi, maupun dengan khalayak ramai dalam waktu yang sekaligus.
Ini menunjukan konvergensi media memadukan ciri-ciri komunikasi massa dengan
komunikasi antarpribadi yang dilakukan dalam satu media sekaligus. Hal ini
disebut dengan demasivikasi, yakni kondisi dimana ciri utama media massa yang
menyebarkan informasi secara masif menjadi lenyap. Arus informasi yang
berlangsung menjadi makin personal, karena tiap orang mempunyai kebebasan untuk
memilih informasi yang mereka butuhkan.
Secara umum,
konvergensi media didefinisikan sebagai penggabungan media massa dengan
teknologi digital yang berkembang saat ini. Berbagai jenis media, seperti
majalah, koran, radio, televisi digabungkan menjadi satu platform yang sama.
Konvergensi media sendiri timbul seiring dengan berkembangnya teknologi,
khusunya peralihan teknologi analog ke digital. Internet dengan berbagai macam
platformnya telah menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat. Konvergensi media
mampu menggabungkan ketiga unsur ‘C’ yang terdiri dari computing, communication dan content.
1. Konvergensi
Media menurut Henry Jenkins
Di
tahun 2006, Henry Jenkins mendefinisikan konvergensi media sebagai aliran
konten di beberapa platform media, kerjasama industri dengan media dan kegiatan
migrasi media. Fenomena ini terjadi akibat kemunculan teknologi digital dan
media baru.
Kedua
hal ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi di beberapa
platform sekaligus. konvergensi media juga berarti kemampuan media untuk
mengirimkan berbagai bentuk konten kepada masyarakat. Informasi akan mengalir
lebih cepat dan fleksibel dengan adanya konvergensi media. Dengan adanya
konvergensi teknologi, satu gadget mampu melakukan banyak hal seperti
bertelepon, mengirim email, menonton video, membaca buku dan lainnya. Konvergensi
ini juga mempengaruhi ekonomi masyarakat itu sendiri.
2. Konvergensi
Media Menurut Flaw
Menurutnya,
konvergensi media terdiri dari tiga poin penting, yang terdiri dari computing
& information technology, communication network, dan digital content. Teori
ini menerangkan bahwa konvergensi media sangat berkaitan erat dengan perubahan
industri, dimana industri menjadi lebih dinamis dan bergantung pada teknologi.
Perubahan ini dapat berupa perubahan media informasi, perubahan cara melakukan
komunikasi, perubahan media cetak dan perubahan penggunakan media digital.
Pelaku
pasar akan memandang konvergensi media sebagai peluang untuk mengembangkan
produk mereka. Perusahaan di bidang hiburan sebagai contoh akan mencoba
mengintegrasikan berbagai macam konten dalam produk maupun jasanya.
3. Konvergensi
Teknologi
Menurut
Burnett dan Marhsall, konvergensi media merupakan penggabungan media, industri
telekomunikasi dan segala bentuk media komunikasi ke dalam bentuk digital.
Mereka menyebutkan bahwa konvergensi media erat kaitannya dengan proses
digitalisasi.
Grand
dan Wilkinson berpendapat bahwa konvergensi media memiliki pengaruh yang besar
dari dua jenis teknologi yakni teknologi digital dan jaringan komputer.
Konvergensi teknologi sendiri terjadi akibat beberapa sebab. Poin utama dalam
konvergensi teknologi adalah perubahan teknologi analog menjadi digital.
Perubahan analog ke digital ini didorong oleh beberapa hal, sebagai berikut:
A.
Terdapat kemajuan teknologi digital sehingga
biaya yang dibutuhkan menjadi semakin murah.
B.
Biaya pembangunan infrastruktur jaringan digital
menjadi lebih rendah.
C.
Media yang tumbuh dengan cepat. Media juga
semakin dinamis.
D.
Pertumbuhan pengguna yang tinggi. Semakin
berkembangnya teknologi dan cepatnya arus informasi, maka penggunaan media juga
meningkat.
Kemunculan Media Baru
Konvergensi media memungkinkan
integrasi dalam industri media dalam bentuk media cetak, media penyiaran dan
media internet / digital. Integrasi ini memiliki kemampuan penyampaian konten
yang lebih cepat, beragam dan dinamis.Banyak contoh media yang melakukan
konvergensi seperti Time, Liputan 6, Kompas, Media Indonesia, Trax FM dan
banyak lainnya.
Pengaruh Konvergensi Media
Dampak positif:
1. Meningkatkan
akses informasi. Dengan adanya platform online, masyarakat kini lebih mudah
untuk mengakses berita dan konten lainnya dengan jaringan internet. Hal ini
sangat berguna bagi mereka yang sulit mendapat media cetak, saluran tv ataupun
radio karena terkendala letak geografis.
2. Membuat
pilihan yang beragam. Konvergensi media juga mendorong adanya media baru dan
konten yang lebih beragam. Hal ini memberikan keleluasaan pengguna dalam
mengakses informasi menggunakan platform yang mereka sukai.
3. Penyampaian
informasi yang lebih cepat dan real time.
4. Meningkatkan
peluang kerja dibidang teknologi informasi.
5. Meningkatkan
kemudahan akses konten dan informasi. Dengan adanya konvergensi media,
masyarakat mampu mendapat lebih dari satu jenis konten dari satu media yang
sama.
6. Komunikasi
interaktif. Dengan adanya konvergensi media, pengguna bisa semakin aktif
memberikan komentar dan saran terhadap informasi dan konten yang diberikan.
Adapun dampak negatif, yaitu :
1. Penurunan
industri media cetak. Dengan adanya media online yang aksesnya lebih mudah,
media cetak seperti koran atau majalah mulai ditinggalkan pelanggannya.
2. Kehilangan
pekerjaan. Merujuk pada poin pertama, penurunan industri media cetak dapat
berdampak pada hilangnya pekerjaan orang orang di media cetak.
3. Ketergantungan
pada teknologi digital. Adanya konvergensi media juga mengubah gaya hidup
masyarakat menjadi semakin bergantung pada gadget. Mudahnya akses informasi
berpeluang menjadikan pengguan semakin malas.
Contoh Konvergensi Media
Kompas merupakan salah satu media
yang paling berpengaruh di Indonesia. Sebelumnya, Kompas hadir dalam bentuk
media cetak berupa koran yang terbit harian. Seiring dengan perkembangan
teknologi, kompas melakukan konvergensi media dengan meluncurkan portal berita
Kompas.com. Portal ini memberikan berita yang lebih cepat, real-time dan
beragam.
http://www.kombinasi.net/konvergensi-media/
https://pakarkomunikasi.com/konvergensi-media
Comments
Post a Comment