1.
Pengertian
Individu
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil
dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang
lebih kecil.
2.
Pengertian
Pertumbuhan
Pertumbuhan ialah proses pertambahan
atau pembesaran sesuatu kuantiti dengan masa. Kuantiti itu boleh jadi fisik
(seperti peningkatan ketinggian, pertambahan duit) ataupun abstrak (kerumitan
sistem, kematangan organisma).
3.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pertumbuhan
a.
Hereditas (heredity)
Merupakan karakteristik
bawaan yang di turunkan dari orang tua biologis (papalia olds Feldman-2009),
dalam kata lain hereditas berarti sifat keturunan yang di pengaruhi oleh faktor
genetik yang terdiri dari kromoson ayah dan ibu dari setiap individu.
b.
Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatau yang
ada dalam lingkungan individu meliputi sikap, tingkah laku dan perkembangannya.
Lingkungan mencakup segala sesuatu yang ada disekitar manusia, meliputi alam,
benda ataupun kehidupan matria manusia, lingkungan sendiri bisa mempengaruhi
keadaan fisik setiap individu ,maupun psikologisnya, pengaruh secara fisiologis
meliputi kesehatan lingkungan, kebersihan lingkungan, udara, yang nantinya
berdampak pada keadaan jasmani setiap individu. Faktor lingkungan sendiri
terdiri dari berbagai hal yang meliputi ;
1.
Keluarga
2.
Sekolah
3.
Masyarakat
4.
Peran Kematangan
4.
Fungsi Keluarga
a.
Fungsi
Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak
untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
b.
Fungsi
Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi
anggota masyarakat yang baik.
c.
Fungsi
Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota
keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
d.
Fungsi Perasaan
dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana
anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama
anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan
keharmonisan dalam keluarga.
e.
Fungsi Agama
dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota
keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur
kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
f.
Fungsi Ekonomi
dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur
penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan
keluarga.
g.
Fungsi Rekreatif
dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga,
seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing,
dan lainnya.
h.
Fungsi Biologis
dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi
selanjutnya.
i.
Memberikan kasih
sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan
kepribadian anggota keluarga.
5.
Pengertian
Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal
di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga terdapat dua atau lebih dari
dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau
pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain
dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu
kebudayaan. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari
suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau
ibu dan anaknya (janda).
6.
Pengertian
Masyarakat
Masyarakat adalah
sekelompok orang dalam sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang
sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam
kelompok tersebut. Secara implisit, kata society
mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan
yang sama dalam mencapai tujuan bersama. Masyarakat
adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu pada sekelompok orang yang
hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Terdapat 2 golongan masyarakat
·
Masyarakat
sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut
jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal
tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang
wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas saat itu.
·
Masyarakat Maju.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan
sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan
masyarakat maju, dapat dibedakan.
7.
Perbedaan antara
Masyarakat Non Industri dan Industri
a.
Masyarakat non industri. Kelompok ini dapat
digolongkan menjadi gua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder.
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjadi lebih intensif, lebih
erat, lebih akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group. Sifat
interaksi bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja
atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakan pada kesadaran,
tanggungjawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara
sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung,
formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi,
pembagian kerja, diatur atas dasar pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu,
disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
b.
Masyarakat
Industri. Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagai dasar untuk
mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi
lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan
yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi
diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
8.
Makna Individu
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil
dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang
lebih kecil.
9.
Makna Keluarga
Keluarga mempunyai peran penting dalam
hal perkembangan setiap individu. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal
di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
10. Makna Masyarakat
Masyarakat mengandung makna bahwa setiap
anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan
bersama. Masyarakat adalah
sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu pada sekelompok orang yang
hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
11. Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
a.
Hubungan
Individu dengan Keluarga
Individu memiliki
relasi mutlak dengan keluarga. Ia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan
berkembang untuk kemudian membentuk sendiri keluarga batinnya. Terjadi hubungan
dengan ibu, ayah, dan kakak – adik. Dengan orang tua, dengan saudara – saudara
kandung, terjalin relasi biologis yang disusul oleh relasi psikologis dan
sosial pada umumnya.
Peranan-peranan dari
setiap anggota keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, psikologis,
dan sosial. Relasi khusus oleh kebudayaan lingkungan keluarga dinyatakan
melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, bahkan nilai-nilai agama
sekalipun). Masalah kekerabatan seperti adanya marga dan keluarga besar banyak
di bahas dalam antropologi, yang menunjukkan kelakuan dan tindakan secara
tertib dan teratur dalam berbagai deferensi peran dan fungsinya melalui proses
sosialisasi atau internalisasi.
b.
Hubungan
Individu dengan Masyarakat
Masyarakat merupakan
satuan lingkungan sosial yang bersifat makor. Aspek teritorium kurang
ditekankan. Namun aspek keteraturan sosial dan wawasan hidup kolektif
memperoleh bobo yang lebih besar. Kedua aspek itu munjuk kepada derajat
integrasi masyarakat karena keteraturan esensial dan hdup kolektif ditentukan
oleh kemantapan unsur – unsur masyarakat yang terdiri dari pranat, status, dan
peranan individu. Variabel – variabel tersebut dipakai dalam mengkaji dan
menjelaskan fenomena masyarakat menurut persepsi makro.
Sifat makro diperoleh
dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak
komunias yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan
individu – individu.
Hubungan individu
dengan masyarakat dalam persepsi makro lebih bersfiat sebagai abstraksi.
Kejahatan dalam masyarakat mako merupakan gejala yang menyimpang dari norma
keteraturan sosial, sekaligus dapat berperan sebagai indikator tinggi –
rendahnya keamanan lingkungan untuk penghuni dan golongan masyarakat dari
status tersebut.
12. Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk
dari desa ke kota.
13. Proses Terjadinya Urbanisasi
A.
Faktor Penarik
Terjadinya Urbanisasi
-
Kehidupan kota
yang lebih modern
-
Sarana dan
prasarana kota lebih lengkap
-
Banyak lapangan
pekerjaan di kota
-
Pendidikan
sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B.
Faktor Pendorong
Terjadinya Urbanisasi
-
Lahan pertanian
semakin sempit
-
Merasa tidak
cocok dengan budaya tempat asalnya
-
Menganggur
karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
-
Terbatasnya
sarana dan prasarana di desa
-
Diusir dari desa
asal
-
Memiliki impian
kuat menjadi orang kaya
DAFTAR PUSTAKA
Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar oleh Harwantiyoko dan
Neltje F. Katuuk, Edisi kedua cetakan pertama, Januari 1997, terbitan
Gunadarma.

Comments
Post a Comment